By:
Valy
on Oktober 09, 2022
MATERI PEMBUATAN FILM ANIMASI
(“ANIMATION OR SCIENCE FICTION (SCI-FI) MOVIE SERIES”)
Sci-fi atau science fiction adalah genre yang tidak hanya ada di sebuah film tapi juga pada series kartun. Genre ini menarik ditonton sebab memberikan penontonnya pengetahuan mengenai sains, serta imajinasi yang menakjubkan. Contoh : Futurama, Adventuretime, Sollar Opposites, Transformers, War for Cybertron, Arcana : League of Legends dll. Silahkan diperhatian Jobsheetnya yah...
A. Tahap-tahap membuat konsep dan ide cerita, sinopsis, naskah/Script dan skenario
1. Ide
Ide merupakan hal yang mendasar untuk mengembangkan sebuah karya film animasi. Cara memunculkan ide yaitu cukup berkhayal, melakukan penelitian/observasi, kemudian meneliti.
2. Sinopsis
Setelaha ada tema cerita dan tujuan cerita, dibuat ringkasan cerita atau sinopsis untuk memudahkan mengingat atau menjaga naskah tidak keluar dari tema dan tujuan cerita.
3. Treatment
Setelah sinopsis jadi, harus ada keterangan karakter, sifat-sifat dan ciri juga keterangan identitas lokasi dan properti yang digunakan.
4. Naskah / Script
Membuat naskah/script berarti harus ada keterangan secara detail tentang alur cerita, adegan, angle, dialog, identitas lokasi dan suasana adegan, serta musik pengiringnya. Naskah/script adalah persiapan yang paling awal dalam membuat film live ataupun animasi. Naskah/script adalah panduan utama dalam produksi. Apabila naskah tergolong buruk, maka bisa dipastikan film yang akan dibuat juga akan buruk.
Penulisan Naskah adalah Courier (bukan Courier New) atau Prestige Pica dengan ukuran 12 point.
Contoh :
FILM ANIMASI FIKSI
Tema / Genre : ACTION
Judul : HOMELAND
Sinopsis
Naskah / Script
Skenario
5. Skenario
Skenario adalah sebuah dokumen yang berisikan deskripsi lengkap tentang bagaimana adegan demi adegan berlangsung dan terjalin menjadi sebuah cerita yang utuh. Skenario bisa juga disebut sebagai “cetak biru” atau “blue print” yang menjadi tulang punggung
sebuah cerita film.
B. Membuat StoryboardStoryboard adalah sketsa gambar yang disusun sesuai dengan naskah. Dengan storyboard kita dapat menyampaikan ide ceritakita kepada orang lain dengan lebih mudah. Karena, kita dapat menggiring khayalan seseorang mengikuti gambar-gambar yang tersaji sehingga menghasilkan persepsi yang sama pada ide cerita.
Software yang digunakan untuk membuat storyboard adalah
1. Storyboard Pro
2. Storyboard Quick Direct
3. Storyboarder
4. Comic Strip it
5. Shot Designer
Langkah-langkah membuat storyboard adalah :
1. Tentukan format storyboard yang akan dibuat
2. Buatlah urut-urutan frame kosong yang akan digunakan sebagai tempat untuk menggambar storyboard dan pastikan menggunakan aspect ratio yang sesuai.
3. Jelaskan secara ringkas dan akurat baigan dari gambar/visualisasi yang akan diceritakan sesuai naskah
4. Berikan nomor yang berurutan pada setiap frame
5. Lihatlah pada gambar yang diberi nomor dan keluarkan gambar-gambar yang kira-kira tidak membantu menerangkan cerita.
6. Tentukanlah dan buatlah karakter desain
7. Pastikan semua detail yang dibutuhkan terdapat dalam storyboard dan pastikan storyboard yang dibuat mengikuti batasan-batasan produksi
8. Buat perencanaan sudut pengambilan gambar dan bidang pengambilan gambar
9. Buatlah storyboard yang jelas, dapat dibaca dengan baik, membaut detail dan elemen (karakter, latarbelakang dan properti yang digunakan) yang cukup jelas.
Cara mebuat storyboard adalah sebagai berikut :
C. Membuat Perencanaan Biaya, dan Penjadwalan
Cara membuat perencanaan biaya dan penjadwalan adalah :
D. Membuat Modeling karakter, sculpting highpoly dan texturing DANE. Melakukan proses riging (menggunakan aplikasi berbasis 3D)
Tahap Dasar Pembuatan Animasi 3D
animasi 3D adalah suatu objek animasi yang terdapat dalam ruang 3D. Animasi ini tidak hanya memiliki tinggi dan lebar, melainkan juga memiliki volume atau kedalaman (height, widht, depth). Objek animasi bisa berputar dan bergerak layaknya objek aslinya. Tampilannya seolah-olah nyata dan hidup. Membuat animasi 3D tidaklah mudah, ada beberapa tahap yang harus dilalui. Berikut adalah 3 Tahap Membuat Animasi 3D Yang Wajib Kamu Ketahui, yaitu:
1. Modeling

Tahap pertama untuk perbuatan
animasi 3D adalah modeling 3D. Pada tahap ini ada dua jenis yang harus dilalui. Kedua proses itu adalah:

Solid merupakan model yang mencirikan volume objek yang akan ditampilkan. Pembuatannya lebih dikarenakan model ini terlihat lebih asli. Model ini sering dipakai untuk simulasi-simulasi medis, seperti aplikasi visual ray tracking, CAD, dan juga kontruksi geometri solid.
Shell / Boundary menggambarkan permukaan objek, misalnya batas objek. Bukan volume dari objek, misalnya cangkang yang sangat tipis. Jika dibandingkan dengan model solid, model Shell / Boundary ini lebih gampang untuk dikerjakan. Model ini paling sering digunakan dalam game dan juga film.
2. Texturing
Proses pemberian material dalam bentuk warna maupun gambar pada objek yang sudah dibuat melalui tahap modelling. Hal ini berguna untuk memberikan tampang permukaan dari suatu objek agar dapat memberikan kesan, warna dan ciri khas sesuai dengan objek yang sebenarnya.
3. Rigging

Proses pemasangan tulang terhadap karakter maupun objek yang sekiranya diperlukan dan memudahkan animator untuk menggerakkan objek berdasarkan tulang yang dibuat. Rigging ini tidak terbatas pada sebuah karakter, benda matipun dapat memanfaatkan rigging untuk mempermudah dalam menggerakkan.
4. Animation

Setelah melalui tahap pertama, tahap kedua pembuatan animasi 3D adalah animation. Pada tahap animation terdapat beberapa teknik yan digunakan, antara lain:
Film animasi pada abad ke-20 untuk proses pembuatannya sebagian besar menggunakan teknik traditional animation. Setiap frame pada film animasi tradisional adalah foto dari gambar. Gambar tersebut terlebih dahulu digambar di kertas. Untuk menghadirkan ilusi gerakan, dari masing-masing gambar dibuat sedikit berbeda dengan gambar yang sebelumnya.
Proses produksi sebuah film animasi tradisional yang memiliki kualitas tinggi, semua diatur menggunakan gambar yang sangat detail dan juga dibarengi dengan gerakan yang sesuai. Pembuatan film animasi penuh dapat menggunakan berbagai cara. Mulai dari animasi yang realistis sampai yang mengarah ke kartun.
Teknik ini menggunakan detail yang masih kurang rinci, tapi gambarnya lumayan stylist dan memakai metode perpindahan. Penggunaan teknik ini sudah menghasilkan animasi dengan biaya efektif untuk media. Contoh yang menggunakan teknik ini adalah televisi dan internet.
Teknik rotoscoping adalah teknik dimana animator melacak gerakan live action, frame demi frame. Sumber film bisa secara langsung digandakan dari aktor ke gambar animasi.
Pada teknik ini yang dilakukan adalah menggabungkan karakter yang telah digambar menjadi sebuah film animasi. Kemudian difilmkan kembali, namun dengan karakter manusia asli serta background nyata.
5. Rendering
Proses akhir dari pembuatan animasi secara keseluruhan adalah rendering. Semua data yang sudah dimasukkan dalam proses modeling dan animation akan diterjemaahkan dalam sebuah bentuk output.
F. Melakukan proses editing, penataan suara, penambahan efek, scoring music, dan colour grading.
G. Memadukan audio dan video sesuai dengan tuntutan naskah.
Silahkan menggunaka Aplikasi Adobe Premier untuk mengganbungkan Audio dan Video dengan memperhatikan Pengaturan audio/Volume
H. Membuat desain poster film 3D animasi atau science fiction (Sci-Fi)
Contoh Poster 3D..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar