MATA PELAJARAN : PRODUK KREATIF DAN KEWIRAUSAHAAN
GURU MATA PELAJARAN : NOVALIA HUTABARAT
JOB SHEET
SMK NEGERI 1 GUNUNG SINDUR
“MEMBUAT MEDIA
PROMOSI CETAK
MENGGUNAKAN SOFTWARE DESAIN”
Kompetensi Keahlian :
Multimedia
Kelas : XII (MM 1, MM 2, MM 3)
Alokasi Waktu : 4 Minggu
Mata Pelajaran : 1. Produk Kreatif dan
Kewirausahaan
2. Desain Grafis Percetakan
Silahkan download di LINK ini....
SILAHKAN UPLOAD TUGASNYA DISINI YAH...
https://forms.gle/SKXFVXNJ2XDGhMMv6
KEGIATAN PRODUKSI
Pada akhir fase F peserta didik mampu menyusun rencana produksi meliputi menetapkan jenis dan jumlah produk, menetapkan desain/rancangan produk, menyusun proses kerja pembuatan prototipe/ contoh produk, dan menghitung biaya produksi. Peserta didik mampu membuat produk mulai dari menyusun rencana dan jadwal kerja, menetapkan strategi produksi, menetapkan kriteria standar/ spesifikasi produk, melaksanakan kegiatan produksi, pengendalian mutu produk (quality assurance). Peserta didik mampu membuat desain kemasan, melaksanakan pengemasan produk, membuat labelling. Peserta didik mampu menentukan strategi distribusi dan memberikan layanan terhadap keluhan pelanggan.
1. Menyusun Rencana Produksi
Produksi adalah suatu kegiatan yang dikerjakan untuk menambah nilai guna suatu benda atau menciptakan benda baru sehingga lebih bermanfaat dalam memenuhi kebutuhan.
Menurut Amstrong dan Kotler (2009), Mass customization atau produksi massal adalah kemampuan untuk menyediakan produk dalam skala masal yang didesain secara individual dan dikomunikasikan untuk dipertemeukan dengan kebuuthan pelanggan. Sehingga produksi massal adalah suatu metode produksi yang dilakukan secara besar-besaran dengan tujuan menghasilkan produk dalam jumlah yang besar dan efesien dengan biaya produksi yang lebih rendah. Dan Produksi Manual adalah produksi yang fleksibel bahan baku dan hasil produksinya sehingga dapat dirubah rubah sesuai situasi.
Manfaat Produksi Massal
Produksi massal memiliki beberapa manfaat bagi
perusahaan dan konsumen, di antaranya adalah:
1.
Efisiensi produksi: Produksi massal
memungkinkan perusahaan untuk memproduksi barang dalam jumlah besar dan secara
efisien dengan biaya produksi yang lebih rendah. Hal ini dapat meningkatkan
efisiensi produksi dan mengurangi biaya per unit produk.
2.
Skala ekonomi: Dalam produksi massal, biaya
produksi per unit dapat diurangi dengan memproduksi dalam jumlah besar, yang
dapat meningkatkan keuntungan perusahaan dan memungkinkan produk yang lebih
terjangkau untuk konsumen.
3.
Konsistensi produk: Produksi massal
memungkinkan perusahaan untuk memproduksi produk yang konsisten dalam kualitas,
ukuran, dan tampilan. Ini penting untuk menciptakan citra merek yang baik dan
membangun kepercayaan konsumen terhadap produk.
4.
Kemajuan teknologi: Produksi massal
membutuhkan investasi besar dalam infrastruktur dan peralatan produksi, yang
dapat mendorong kemajuan teknologi dan inovasi dalam industri. Ini dapat
meningkatkan efisiensi produksi, meningkatkan kualitas produk, dan mengurangi
biaya produksi di masa depan.
5.
Peningkatan lapangan kerja: Produksi massal
dapat menciptakan banyak lapangan kerja, terutama di sektor industri. Hal ini
dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan mengurangi tingkat pengangguran.
6.
Memenuhi permintaan pasar: Produksi
massal memungkinkan perusahaan untuk memproduksi produk dalam jumlah besar dan
cepat untuk memenuhi permintaan pasar yang tinggi. Hal ini dapat memastikan
ketersediaan produk di pasar dan meningkatkan kepuasan konsumen.
7.
Diversifikasi produk: Produksi massal
dapat memungkinkan perusahaan untuk memproduksi berbagai jenis produk dengan
biaya produksi yang lebih rendah, yang dapat meningkatkan diversifikasi produk
dan memperluas pangsa pasar.
Kelebihan Produksi Massal
Kelebihan produksi massal di antaranya adalah:
1.
Efisiensi biaya produksi: Dalam produksi
massal, biaya produksi per unit produk cenderung lebih rendah karena penggunaan
mesin-mesin dan teknologi modern yang memungkinkan produksi secara otomatis dan
kontinu.
2.
Volume produksi besar: Produksi massal
memungkinkan perusahaan untuk memproduksi produk dalam jumlah besar dalam waktu
yang relatif singkat. Hal ini dapat memungkinkan perusahaan untuk memenuhi
permintaan pasar yang tinggi.
3.
Konsistensi produk: Produksi massal
memungkinkan perusahaan untuk memproduksi produk yang konsisten dalam kualitas,
ukuran, dan tampilan. Ini dapat membantu membangun citra merek yang baik dan
kepercayaan konsumen terhadap produk.
4.
Peningkatan efisiensi produksi: Dalam produksi
massal, proses produksi diperbaiki dan dikembangkan untuk meningkatkan
efisiensi dan produktivitas. Hal ini dapat mengurangi biaya produksi dan
meningkatkan daya saing perusahaan.
5.
Peningkatan lapangan kerja: Produksi massal
dapat menciptakan banyak lapangan kerja di sektor industri dan sektor terkait
lainnya, seperti logistik dan pengiriman.
6.
Memperluas pasar: Produksi massal memungkinkan
perusahaan untuk memproduksi produk dalam jumlah besar dan dengan biaya
produksi yang rendah, yang dapat memungkinkan perusahaan untuk menawarkan
produk dengan harga yang terjangkau bagi konsumen. Hal ini dapat membantu
memperluas pangsa pasar perusahaan.
7.
Diversifikasi produk: Produksi massal
memungkinkan perusahaan untuk memproduksi berbagai jenis produk dengan biaya
produksi yang lebih rendah, yang dapat membantu perusahaan dalam diversifikasi
produk dan meningkatkan daya saing perusahaan.
Kekurangan Produksi Massal
Meskipun memiliki kelebihan, produksi massal juga
memiliki beberapa kekurangan, di antaranya:
1.
Kurangnya fleksibilitas: Dalam produksi
massal, produk diproduksi dalam jumlah besar dengan menggunakan mesin-mesin
yang sangat terkhususkan. Hal ini membuat perusahaan kurang fleksibel dalam
memproduksi produk yang berbeda atau menyesuaikan permintaan pasar yang
berubah.
2.
Rendahnya kualitas produk: Meskipun produksi
massal dapat memastikan konsistensi produk, kualitas produk cenderung menurun.
Hal ini disebabkan oleh fokus utama pada kuantitas dan efisiensi produksi
daripada kualitas produk.
3.
Biaya investasi yang tinggi: Untuk memulai
produksi massal, perusahaan memerlukan investasi besar dalam mesin, teknologi,
dan infrastruktur produksi. Biaya investasi ini dapat menjadi beban finansial
yang signifikan bagi perusahaan kecil dan menengah.
4.
Risiko kelebihan persediaan: Dalam produksi
massal, perusahaan memproduksi produk dalam jumlah besar. Jika produk tidak
terjual seperti yang diharapkan, perusahaan dapat mengalami kelebihan
persediaan yang mengakibatkan kerugian finansial.
5.
Dampak lingkungan: Produksi massal dapat memiliki
dampak lingkungan yang signifikan karena penggunaan bahan baku dan energi yang
besar, serta produksi limbah dan polusi.
6.
Rendahnya kepuasan kerja: Dalam produksi
massal, pekerjaan seringkali monoton dan repetitif, dan kurang memberikan
kesempatan bagi karyawan untuk berpartisipasi dalam pengambilan keputusan dan
kreativitas.
7. Kurangnya diferensiasi produk: Dalam produksi massal, produk cenderung sama atau serupa dengan produk lainnya yang diproduksi oleh pesaing. Ini dapat mengurangi daya tarik produk dan membuat perusahaan sulit bersaing di pasar.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar