SEMESTER 2 DGP
SMK NEGERI 1 GUNUNG SINDUR
"BIDANG PENGAMBILAN GAMBAR DAN
SUDUT PENGAMBILAN GAMBAR"
KompetensiKeahlian : Tehnik Jaringan dan Rekayasa
Kelas : XI TJKT 123
Mata Pelajaran : Mapel Pilihan
Guru Mapel : Novalia Hutabarat, S.Kom.
Semester : GENAP (2)
5 Jenis Kamera Angle
Camera angles merupakan penempatan kamera dari sudut atau ketinggian tertentu untuk mendapatkan pesan dan momen yang ingin disampaikan dalam gambar.
Sewaktu memotret atau mengambil video, perhatikan pemilihan sudut kamera atau camera angles, yang disesuaikan dengan keinginan fotografer / Videografer. Camera angles terdiri atas low angle, eye level, dan high angle. Berikut penjelasan setiap angle-nya.
- Bird Eye
Seperti namanya, jenis angle kamera ini meminjam perspektif burung. Pengambilan gambar di atas objek yang kita foto. Angle ini memperlihatkan objek dari atas ketinggian dan terkesan luas namun tidak berfokus pada objek tertentu.
Tujuan sudut pengambilan gambar ini bird eye pada objek manusia akan menciptakan kesan lemah tak berdaya, sehingga penonton akan merasa lebih berkuasa. Sedangkan pada objek pemandangan, akan menciptakan kesan luas dan lebar.
Bird Eye dalam jurnalistik televisi biasanya digunakan untuk keperluan berita guna memperlihatkan objek berita kecelakan lalu lintas, musibah kebanjiran atau bencana alam.
- High Angle
Sebuah sudut pandang yang diambil lebih tinggi dari objek, teknik ini sekilas mirip bird eye. Bedanya, high eye diambil tepat diatas objek dan lebih berfokus pada satu objek saja (point of view dari high angle lebih sempit dibanding bird eye).
Kesan yang ditimbulkan high angle adalah kurang berdaya atau penonton akan merasa berkuasa dalam melihat foto atau video. Posisi kamera akan selalu miring/menunduk ke arah bawah.
- Eye Level
Teknik pengambilan gambar yang sejajar dengan objek. Posisi kamera dan objek lurus sejajar. Hasilnya memperlihatkan tangkapan pandangan mata seseorang yang berdiri sejajar atau yang mempunyai ketinggian tubuh yang sama dengan objek. Sudut ini juga tidak hanya bisa diambil dari depan saja, melainkan juga dari kiri, kanan maupun belakang objek yang bersangkutan.
Fungsi dari teknik ini cocok digunakan untuk mendeskripsikan kegiatan yang dilakukan objek, misalnya sedang menatap sesuatu, mengobrol, dan kegiatan sehari-hari lainnya. Fungsi dari angle kamera ini pun lebih terkesan netral karena tidak ada kesan intimidasi/ superior yang tercipta, mengingat kamera dan objek berada sejajar.
- Low Angle
Teknik pengambilan ini dilakukan dengan memosisikan kamera berada pada posisi di bawah objek bidikan. Pengambil gambar memiliki sudut lebih rendah daripada objek.
Sudut ini membangun kesan ‘berkuasa’, baik dalam soal ekonomi, politik, sosial, dan lainnya. Seseorang yang ditampilkan dengan sudut pengambilan ini akan mempunyai kesan dominan.
Sering juga sebelum juru kamera mengemasnya dengan low angle pengambilan gambar objek diawali dengan tilt up (dari bawah ke atas). Teknik ini ingin lebih menonjolkan sosok yang berkuasa.
- Frog Eye
The frog eye angle juga diambil dari bawah, namun dengan sudut pandang yang lebih rendah daripada low angle, yaitu pada posisi hampir menyentuh tanah. Penerapan angle ini memberi kesan lebih besar dan kuat pada obyek.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar